Batang, 31 Januari 2026 – Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama (BPK2U) Universitas Diponegoro melalui kerja sama dengan PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) mencoba untuk mengembangkan potensi buah kelengkeng yang berada di kawasan Kabupaten Batang. Lahan seluas 1,5 hektar milik Universitas Diponegoro di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang sudah disiapkan untuk dijadikan lahan percontohan budidaya buah kelengkeng di Kabupaten Batang. Lahan tersebut rencananya akan ditanami pohon kelengekeng sejumlah 300 buah yang nantinya bisa menjadi demplot untuk budidaya buah kelengkeng di wilayah Batang. Demplot tersebut diharapkan dapat membantu petani buah kelengkeng di wilayah Batang sebagai tempat percontohan budidaya kelengkeng sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas buah kelengkeng di wilayah Batang sehingga dapat bersaing dengan produk buah kelengkeng dari daerah lain.
Kepala BPK2U Undip, Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, menjelaskan bahwa lahan ini merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, swasta, dan pemerintah. “Langkah ini sebagai upaya memberdayakan petani kelengkeng sekaligus berkolaborasi dengan para akademisi untuk meneliti, hingga menemukan varietas unggul,” ujar Bambang usai penanaman simbolis di Kecamatan Bandar, Jumat 30 Januari 2026.
Di sisi lain, Feki Octavianus, Executive Director Microeconomics Indomaret, melihat program ini sebagai realisasi dari program One Village One Product. Baginya, keterlibatan akademisi sangat penting untuk memastikan standar kualitas ritel modern terpenuhi. “Kami akan memperbesar pasar kelengkeng khas Batang, salah satunya berkolaborasi dengan kalangan akademisi. Tentunya setelah hasilnya besar di Kota Batang, otomatis akan disebarkan ke konsumen Indomaret secara nasional,” tegas Feki. Feki memuji kualitas kelengkeng Batang yang menurutnya punya keunggulan untuk diadu dengan produk luar negeri. “Kualitas kelengkeng khas Batang sudah baik, rasanya pun mampu bersaing dengan kelengkeng impor,” katanya.
Rencana besar pun sudah disiapkan, yakni penanaman 10 ribu pohon tambahan yang tersebar di Desa Kuripan Subah, Limpung, dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Batang. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyambut hangat skema rantai pasok yang terbangun rapi ini. Baginya, keterlibatan petani dalam ekosistem profesional adalah kunci kesejahteraan. “Terima kasih kolaborasi dengan Undip yang menyiapkan lahan untuk demplot seluas 1,5 hektar yang ditanami pohon kelengkeng. Nanti hasil panennya akan dibeli Indomaret, karena pola ini akan diterapkan di beberapa daerah,” pungkas Faiz.